PERAKITAN
Tahapan proses pada perakitan komputer terdiri dari:
1. Penyiapan motherboardPeriksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturanCPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusakprosessor.
2. Memasang Prosessor Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Caramemasang prosessor jenis socket dan slot berbeda.Jenis socket
• Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard,umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
• Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
• Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celahantara prosessor dengan socket.
• Turunkan kembali tuas pengunci
3. Memasang Heatsink
Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewatkonduksi panas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan pemindahan panasmaka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clipsebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas. Bila heatsink dilengkapi dengan Fan maka konektor power pada fan di hubungkan ke konektor fan pada motherboard.
4. Memasang Modul Memori
Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil.Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.Setiap jenis modul memori yakniSIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut.
Jenis SIMM
1. Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
2. Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot
3. Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.
Jenis DIMM dan RIMM
Cara memasang modul DIMM dan RIMM sama dan hanya ada satu cara sehingga tidak akan terbalik karena ada dua lekukan sebagai panduan. Perbedaanya DIMM dan RIMM pada posisi lekukan
1. Rebahkan kait pengunci pada ujung slot
2. sesuaikan posisi lekukan pada konektor modul dengan tonjolan pada slot. lalu masukkan modul ke slot.
3. Kait pengunci secara otomatis mengunci modul pada slot bila modul sudah tepat terpasang.
5. Memasang Motherboard pada Casing
Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut:
1. Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
2. Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
3. Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
4. Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
5. Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.
6. Memasang Power Supply
Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belumdisertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut:Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buahsekerup pengunci.
1. Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
2. HUbungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.
7. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
• Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
• Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
• Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
• Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
• Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
• Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.
8. Memasang Drive
Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah samasebagai berikut:
1.Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
2.Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
3.Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
4.Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard(konektor primary dipakai lebih dulu)
5. Ulangi langkah 1 sampai 4 untuk setiap pemasangan drive.
6. Bila kabel IDE terhubung ke drive patikan perbedaan setting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagaislave.
7. Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
8. Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard
9. Sambungkan kabel power dari atu daya ke masing-masing drive.
9. Memasang Card Adapter
1. Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
2. Pasang sekerup penahan card ke casing
3. Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.
10. Penyelessaian Akhir
1. Pasang penutup casing dengan menggeser
2. sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.
3. Pasang konektor monitor ke port video card.
4. Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
5. Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse).
6. Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.
Mendiagnosis Permasalahan Operasi PC
Yaitu test yang dilakukan oleh PC untuk mengecek fungsi-fungsi komponen pendukung PC apakah bekerja dengan baik. POST dilakukan PC pada saat booting, jika PC mengalami suatu masalah maka akan dapat terdeteksi gejala kesalahannnya melalui POST, PC akan memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara yang dihasilkan melalui speaker atau tampilan visual dimonitor. Selain itu pesan/peringatan kesalahan juga dapat dideteksi melalui kinerja dari PC.
POST memungkinkan user dapat mendeteksi, mengisolasi, menentukan, dan menemukan kesalahan sehingga dapat memperbaiki penyimpangan atau kerusakan yang terjadi pada PC. Mekanisme POST disediakan oleh semua produk PC atau motherboard dan tersimpan di dalam ROM atau flash ROM BIOS. Secara umum proses dan prosedur yang dilakukan dalam POST pada semua produk motherboard sama. Terdapat beberapa perbedaan yang menjadikan ciri dari produk motherboard tertentu, tetapi pada dasarnya tetap sama.
Prosedur POST (Power on Self-Test)
POST dilakukan sesaat setelah komputer dihidupkan dan mulai booting, proses ini dilakukan oleh BIOS. Adapun urutan prosedur POST adalah sebagai berikut :
1. Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin power supply berputar.
2. Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
3. Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program POST.
4. Pengecekkan terhadap CMOS, CMOS harus dapat bekerja dengan baik. Program POST diawali dengan membaca data setup (seting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk pengecekan.
5. Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori akses langsung, memory bus dan memory module.
6. Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat dibaca/ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
7. Pengecekkan I/O controller dan bus controller. Controller tersebut harus dapat bekerja untuk mengontrol proses read/write data. Termasuk I/O untuk VGA card yang terhubung dengan monitor. Jika ada salah satu prosedur POST yang tidak berhasil dilewati maka PC akan menerima pesan/peringatan kesalahan dari POST. Pesan/peringatan kesalahan berupa kode beep yang dikeluarkan melalui speaker yang terhubung dengan motherboard atau tampilan di layar monitor sesuai dengan standar masing-masing motherboard.
Kode Beep AWARD BIOS
1. 1 beep pendek : PC dalam keadaan baik
2. 1 beep panjang : Problem di memori
3. 1 beep panjang 2 beep pendek : Kerusakan di modul DRAM parity
4. 1 beep panjang 3 beep pendek : Kerusakan di bagian VGA.
5. Beep terus menerus : Kerusakan di modul memori atau memori video
Kode Beep AMI BIOS
1. 1 beep pendek : DRAM gagal merefresh
2. 2 beep pendek : Sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM Parity (sistem memori)
3. 3 beep pendek : BIOS gagal mengakses memori 64KB pertama.
4. 4 beep pendek : Timer pada sistem gagal bekerja
5. 5 beep pendek : Motherboard tidak dapat menjalankan prosessor
6. 6 beep pendek : Controller pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik
7. 7 beep pendek : Video Mode error
8. 8 beep pendek : Tes memori VGA gagal
9. 9 beep pendek : Checksum error ROM BIOS bermasalah
10. 10 beep pendek : CMOS shutdown read/write mengalami errror
11. 11 beep pendek : Chache memori error
12. 1 beep panjang 3 beep pendek : Conventional/Extended memori rusak
13. 1 beep panjang 8 beep pendek : Tes tampilan gambar gagal
Kode Beep IBM BIOS
1. Tidak ada beep : Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
2. 1 beep pendek : Normal POST dan PC dalam keadaan baik
3. Beep terus menerus : Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
4. Beep pendek berulangulang : Power supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
5. 1 beep panjang 1 beep pendek : Masalah Motherboard
6. 1 beep panjang 2 beep pendek : Masalah bagian VGA Card (mono)
7. 1 beep panjang 3 beep pendek : Masalah bagian VGA Ccard (EGA).
8. 3 beep panjang : Keyboard error
9. 1 beep : blank monitor VGA card sirkuit
LAPORAN PKL TKJ
LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI
( PRAKERIN )
PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL
( PMKS )
DI
KANTOR DINAS SOSIAL
KABUPATEN SUBANG
:
DI SUSUN OLEH :
NAMA : JIANTIKA
NIS : 091010153
KELAS : XI TKJ
KOMPETENSI KEAHLIAN
TEKNIK KOMPUTER & JARINGAN
SMK NEGERI 1 CIPUNAGARA
TAHUN DIKLAT 2010 / 2011
LEMBAR PENGESAHAN
UPAYA DINAS SOSIAL DALAM MENANGANI KELANGSUNGAN PENYELENGGARAAN PELAYANAN SOSIAL TERHADAP PANTI SOSIAL DI KABUPATEN SUBANG
Disetujui Oleh :
Pembimbing I
Dra. TAMMI PANDANI
NIP. 19661204 1992 022001 Pembimbing II
Drs. M. IPA SLAMET
NIP.19646308 1990 021004
Mengetahui :
Kepala Dinas Sosial Kab.Subang
Drs. H. AGUS MUHARAM
NIP. 19560825 198703 1 005 Kepala Sekolah Smk Pasundan Subang
Ir SADI, MP
NIP. 19607011993031003
KATA PENGANTAR
Bismillahirrohmannirrohim,
Puji syukur kita limpahkan kepada ALLAH SWT yang senantiasa mengkaruniai umatnya dengan akal dan pemikiran untuk senantiasa berkarya sehingga dengan izin-Nyalah penulis akhirnya dapat menyelesaikan laporan akhir ini tepat pada waktunya dengan judul “ PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL ( PMKS ) “ di kabupaten Subang.
Pembukaan laporan ini di ajukan untuk memenuhi salah satu syarat uji kompetensi Praktek kerja Instansi ( PRAKERIN ) jurusan Teknik Komputer Jaringan ( TKJ ) di SMK Negeri 1 Cipunagara.
Dengan kerendahan hati penulis menyadari masih banyak kekurangan dan ketidaksempurnaan dalam penyusunan laporan ini. Untuk itu penulis sangat mengharapkan saran dari semua kalangan untuk memenuhi segala kekurangannya semoga laporan akhir ini berguna bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.
Pada kesempatan kali ini penulis ingin menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar- besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dan membimbing baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyelesaian laporan ini.
Ucapan terimakasih ini di sampaikan kepada :
1. Bpk. Ir Sadi MP selaku kepala Sekolah SMKN 1 Cipunagara.
2. Bpk. Syafri Ali, AMD, ST Selaku ketua jurusan komputer SMKN 1 Cipunagara.
3. Bpk. Bayu Ageng Sentosa Spd Selaku pembimbing di sekolah SMKN 1 Cipunagara.
4. Bpk. Drs H Agus Muharam Selaku Kepala DINAS SOSIAL Kabupaten Subang.
5. Ibu Tamy Pandani Selaku Pembimbing di DINAS SOSIAL Kabupaten Subang.
6. Seluruh Pihak lainnya yang telah membantu penulis dengan tenaga maupun pikiran.
Semoga atas bantuannya dan amal baiknya mendapat balasan yang setimpal dari ALLAH SWT Amin.............
DAFTAR ISI
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pelaksanaan Praktek kerja Instansi ( PRAKERIN ) di SMK NEGERI 1 CIPUNAGARA SUBANG yang di laksanakan pada tanggal 17-01-2011 dan berakhir pada tanggal 15-04-2011 adalah untuk menambahkan materi siswa/siswi yang belum sempat di ajarkan di sekolah karena keterbatasan fasilitas sehingga pihak sekolah mengadakan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN).Sekolah mengadakan kegiatan praktek kerja industri yang setiap tahunnya dilakukan pada semester VI (empat) atau kelas XI (sebelas).
Praktek kerja instansi ( PRAKERIN ) di laksanakan pada 2 tempat yaitu di sekolah dan di dunia instansi. Proses prakerin yang di laksanakan di sekolah hanya memberi materi dan pembekalan untuk di dunia instansi, sedangkan proses prakerin yang di lakukan di dunia instansi adalah untuk memantapkan dan menyempurnakan materi atau kompetensi apa yang sudah di ajarkan di sekolah dan untuk menambahkan materi yang belum sempat di ajarkan di sekola. Praktek kerja instansi di dunia instansi juga dapat melatih mental dan kedisiplinan kita dalam waktu atau kedisiplinan kerja. Upaya praktek kerja instansi di laksanakan dalam rangka peningkatan mutu dalam mencapai relavansi pendidikan dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja.
1.2 pengertian praktek kerja industri ( PRAKERIN )
Praktek kerja industri adalah suatu komponen praktek keahlian profesi berupa kegiatan secara terprogram dalam situasi sebenarnya untuk mencapai tingkat keahlian dan sikap kerja profesional yang di lakukan di industri. Praktek kerja industri juga di definisikan sebagai penyelenggaraan pendidikan yang mengintegrasikan kegiatan pendidikan ( Teori ) di sekolah dengan kegiatan pendidikan ( praktek ) di dunia industri, dengan kata lain bahwa praktek kerja industri adalah suatu strategi di mana setiap siswa mengalami proses belajar melalui bekerja langsung pada pekerjaan yang sesungguhnya. Dengan Praktek kerja industri ini peserta didik memperoleh pengalaman dengan bahan kerja serta membiasakan diri dengan perkembangan – perkembangan baru.
1.3 TUJUAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI
Selain pengertian, Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) juga ada maksud dan tujuannya yang membahas sebab kenapa di adakannya Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) hingga nanti tersusunlah sebuah laporan dari kegiatan tersebut.
Maksud dilaksanakannya Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) yang diwujudkan dalam kerja disuatu perusahaan. Selain sebagai salah satu syarat tugas akhir Praktek Kerja Industri (PRAKERIN), Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) juga sebagai kegiatan Siswa untuk mencari pengalaman kerja sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya, yang tercermin dalam Pendidikan Nasional yang berdasarkan Pancasila yang bertujuan meningkatkan kecerdasan, kreativitas, dan ketrampilan agar dapat menumbuhkan manusia yang dapat membangun dirinya sendiri serta bertanggung jawab atas Pembangunan Bangsa dan Negara dalam pencapaian perekonomian meningkat dan kehidupan yang makmur.
Karena pertumbuhan perekonomian yang meningkat, didukung pula oleh tumbuhnya persaingan dibidang industri dan teknologi yang memaksa kita untuk ikut terjun kedalam dunia industri, bisnis, dan perdagangan.
Adapun tujuan diadakan pelaksanakan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) antara lain
• Untuk memperkenalkan siswa pada dunia usaha,
• Menumbuhkan & meningkatkan sikap profesional yang diperlukan siswa untuk memasuki dunia usaha,
• Meningkatkan daya kreasi dan produktifitas terhadap siswa sebagai persiapan dalam menghadapi atau memasuki dunia usaha yang sesungguhnya,
• Meluaskan wawasan dan Pandangan Siswa terhadap jenis-jenis pekerjaan pada tempat dimana Siswa melaksanakan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN).
• Meningkatkan Materi yang sudah kita dapat dari sekolah.
• Menambahkan Materi yang belum kita dapat dari sekolah.
• Menguji Mental dan mengasah kemampuan/keahlian yang dimiliki setiap siswa/siswi.
• Melatih Kedisiplinan.
• Melath Keberanian.
• Mencari pengetahuan tentang dunia industri.
• Mengetahui cara berinteraksi dan beradaptasi di dunia instansi/industri.
• Syarat untuk mengikuti Ujian Nasional.
1.4 TUJUAN PENYUSUNAN LAPORAN
Laporan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) adalah hasil penulisan Siswa setalah menyelesaikan Praktek Kerja Lapangan Industri (PRAKERIN) berdasarkan data yang di peroleh dan dituangkan dalam bentuk tulisan ilmiah.
Adapun tujuan pembuatan laporan ilmiah antara lain:
• Mendorong siswa agar mampu mengembangkan atau mengemukakan pikiran dan pendapatnya serta mampu menuangkannya dalam bentuk tulisan yang sistematis, logis, dan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
• Meningkatkan kreativitas Siswa dalam penulisan yang bersikap objektif dan ilmiah.
• Sebagai pertanggungjawaban siswa yang telah melaksanakan Tugas Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) yang berkaitan dengan program keahliannya masing- masing.
• Sebagai salah satu bukti bahwa siswa yang bersangkutan telah melakukan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) dengan baik.
• Mengetahui perkembangan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial tentang Anak Terlantar di Kabupaten Subang.
1.5 MANFAAT PENYUSUNAN LAPORAN
BAB II
PEMBAHASAN KOMPETENSI PEKERJAAN
2.1 SEJARAH INSTANSI
Pasal 34 Undang-undang Dasar 1945, mengamatkan bahwa Fakir Miskin dan Anak Terlantar dipelihara oleh Negara, penjabaran dari amanat konstitusi ini diperjelas dengan pasal 1 Undang-undang Nomor 6 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok kesejahteraan sosial, menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan kesejahteraan yang sebaik-baiknya dan wajib ikut serta dalam kegiatan usaha kesejahteraan sosial. Landasan Yuridis ini memperlihatkan secara gabungan bahwa penanganan masalah kesejahteraan sosial harus diupayakan dan diperjuangkan oleh Negara dalam hal ini pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama untuk mencapainya.
Berdasakan pemikiran tersebut pemerintah Kabupaten Subang telah mengambil langkah-langkah strategis dengan melakukan peraturan kelembagaan melalui peraturan daerah subang Nomor 3 Tahun 2007 tentang laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah kepada pemerintah, Laporan keterangan pertanggung jawaban kepala DPRD dan informasi laporan penyelenggaraan pemerintah Daerah kepada masyarakat.
A. VISI DAN MISI
1). VISI
Dalam rangka memberikan pelajaran sosial secara prima kepada masyarakat khususnya penyandang masalah kesejahteraan sosial ( PMKS ) serta pemberdayaan potensi sumber kesejahteraan ( PSKS ) di kabupaten subang, tujuan yang ingin di capai yaitu kesejahteraan sosial masyarakat yang mendukung terwujudnya visi kabupaten subang yaitu “ Terwujudnya Kabupaten Subang sebagai daerah Agribisnis, Parawisata dan Industri yang berwawasan Lingkungan dan Realigius dan berbudaya melalui pembangunan bebasis Gotong Royong pada tahun 2025 “.
Maka visi Dinas Sosial Kabupaten Subang adalah sebagai berikut :
“Terwujudnya Kesejahteraan Sosial dari, oleh, dan untuk masyarakat subang pada tahun 2025“.
2). MISI
Untuk mewujudkan visi dan misi Dinas Sosial Kabupaten Subang tersebut telah di tetapkan Misi, sebagai berikut :
1. Memperluas jangkauan dan meningkat mutu pelayanan sosial.
2. Melestarikan nilai-nilai keperintisan, kepahlawanan dan pejuangan.
3. Meningkatkan profesionalitas sumber daya manusia.
4. Meningkatkan partisipasi kesetiakawanan sosial masyarakat.
5. Mengembangkan sistem bantuan perlindungan dan jaminan sosial.
B. TUFOKSI
Dinas Sosial Kabupaten Subang, memiliki tugas pokok “Melaksanakan sebagai kewenangan pemerintah daerah di bidang kesejahteraan sosial setara tugas pembantuan yaitu diberikan oleh pemerintah provinsi Jawa Barat “.
Dalam menyelenggarakan tugas pokok dimaksud Dinas Sosial Kabupaten Subang mempunyai fungsi :
1. Perumusan rencana dan pelaksanaan program pembangunan dibidang kesejahteraan sosial.
2. Pelaksanaan Pembinaan dibidang pengembangkan kesejahteraan sosial.
3. Pelaksanaan pembina dibidang pemulihan dan bantuan sosial.
4. Pengawasan dan pengendalian kegiatan pengolahan informasi dan analisa data, penyusunan program, evaluasi dan pelaporan.
5. Pengawasan dan pengendalian kegiatan pengembangan dan partisipasi sosial masyarakat, pengembangan anak dan remaja, serta pelestarian nilai-nilai kepahlawanan dan pejuang.
6. Pengawasan dan pengendalian kegiatan dan pemulihan penyandang cacat dan tuna susila, pemulihan anak nakal dan korban narkoba, bantuan korban bencana dan tindak kekerasan seperti : bantuan kesejahteraan sosial, fakir miskin dan lanjut usia terlantar.
7. Pengelolaan administrasi umum, meliputi urusan umum, urusan keuangan, urusan kepegawaian dan perlengkapan dinas.
C. PROGRAM
1) KEBIJAKAN
Dinas sosial kabupaten subang telah menentukan langkah-langkah kebijakan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah di tetapkan, antara lain :
a. Memberikan pelayanan dan pemberdayaan yang optimal kepada Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial ( PMKS ) serta Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial ( PSKS ).
b. Memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam melaksanakan Usaha Kesejahteraan Sosial ;
c. Memberikan motifasi kepada masyarakat dalam rangka melestarikan nilai-nilai kesetiakawanan, keperintasan, kepahlawanan dan pejuang ;
d. Memberikan kesempatan dan motofasi kepada pelaku usaha kesahteraan sosial untuk meningkatkan profesionalitas.
e. Melaksakan pengendalian dan pengawasan kegiatan di bidang kesejahteraan sosial.
2) PROGRAM
Program-program yang di rencanakan untuk melaksanakan kesejahteraan Dinas Sosial adalah :
a. Program pelayanan adminstrasi perkantoran.
b. Program peningkatan sarana dan prasarana.
c. Program peningkatan pengembangan system pelaporan capaian kinerja dan keuangan.
d. Program pemberdayaan fakir miskin, komunitas adat terpencil ( KAT ) dan penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial ( PMKS ) lainnya.
e. Program pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial.
f. Program pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial.
g. Program pembinaan para penyandang cacat dan Eks Trauma.
h. Program Pembinaan panti asuhan/ panti jompo.
i. Program pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial ( Eks Narapidana, PSK, Narkoba dan Penyakit Sosial Lainnya ).
j. Program pemberdayaan kelembagaan Kesejahteraan Sosial.
D. DASAR HUKUM
1. Undang-undang Dasar 1945
2. Undang-undang Dasar 1945 Nomor 6 Tahun 1974 tentang ketentuan-ketentuan pokok Kesejahteraan Sosial.
3. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah
4. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
5. Peraturan Pemerintah No. 188 tahun 2000 tentang Tata Cara Pertanggung Jawaban Kepala Daerah .
6. Intruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
7. Peraturan Daerah Kabupaten Subang No. 3 Tahun 2001 tentang Program Pembangunan Daerah (Propeda) Kabupaten Subang tahun 2001-2005.
8. Peraturan Daerah Kabupaten Subang Nomor 17 Tahun 2002 tentang Rencana Strategis Daerah (Rensrada) Kabupaten Subang tahun 2003-2005.
9. Peraturan Daerah Kabupaten Subang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Subang.
10. Keputusan Bupati Subang Nomor 26 Tahun 2003 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Sosial Kabupaten Subang.
2.2 KOMPETENSI PEKERJAAN
2.2.1 PENYANDANG MASALAH KESEJAHTERAAN SOSIAL ( PMKS )
A. PENGERTIAN PMKS
PMKS adalah seseorang, keluarga atau kelompok masyarakat yang karena suatu hambatan, kesulitan, atau gangguan tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya, sehingga tidak dapat terpenuhi kebutuhan hidupnya ( jasmani, rohani, dan sosial ) secara memadai dan wajar. Hambatan kesulitan dan gangguan tersebut dapat berupa kemiskinan, keterlantaran, kecacatan, ketunaan sosial, keterbelakangan, keterasingan dan perubahan lingkungan ( secara mendadak ) yang kurang mendukung seperti terjadinya bencana.
B. JENIS – JENIS PMKS
Saat ini terdapat 22 jenis penyandang masalah kesejahteraan sosial ( PMKS ) sebagai berikut :
1. Anak balita terlantar
2. Anak terlantar
3. Anak nakal
4. Anak jalanan
5. Wanita rawan sosial ekonomi
6. Korban tindak kekerasan
7. Lanjut usia terlantar
8. Penyandang cacat
9. Tuna Susila
10. Pengemis
11. Gelandangan
12. Bekas Warga Binaan Lembaga Kemasyarakatan ( BWBLK )
13. Korban penyalahgunaan Napza
14. Keluarga Fakir Miskin
15. Keluarga berumah tidak layak huni
16. Keluarga bermasalah sosial psikologis
17. Komunitas adat terpencil
18. Korban bencana alam
19. Korban bencana sosial / pengungsi
20. Pekerja migran bermasalah sosial
21. Orang dengan HIV / AIDS ( ODHA )
22. Keluarga Rentan
Dari sekian banyak jenis PMKS Penulis tertarik untuk membahas salah satu jenis PMKS yaitu anak terlantar yang terdapat di Kabupaten Subang.
C. PENGERTIAN ANAK TERLANTAR
Anak terlantar adalah anak yang berusia 5-18 tahun yang karena sebab tertentu yang tidak terpenuhi kebutuhannya secara wajar, baik fisik, mental, spritual, maupun sosial. Anak terlantar bisa juga dikarenakan orang tuanya tidak dapat melakukan kewajibannya karena beberapa kemungkinan seperti miskin atau tidak mampu, salah seorang dari orang tuanya atau kedua-duanya sakit, salah seorang atau kedua-duanya meninggal, keluarga tidak harmonis, tidak ada pengasuh atau pengampuh sehingga tidak dapat terpenuhi kebutuhan dasarnya dengan wajar baik secara jasmani, rohani, dan sosial.
D. TUJUAN
Tujuan perlindungan dan pelayanan sosial yang di laksanakan adalah :
1. Menyelamatkan, melindungi, dan menjamin hak anak akan kelangsungan hidup, tumbuh kembang dan perlindungan.
2. Menciptakan dan menjamin kehidupan yang layak bagi anak sesuai dengan harkat dan martabat manusia yang berkeadilan sosial.
3. Mengembalikan keberfungsian sosial anak terlantar dan anak jalanan sehingga dapat menampilkan kembali peran-perannya.
4. Meningkatkan kesejahteraan sosial anak terlantar dan anak jalanan agar dapat tumbuh kembang secara wajar.
5. Mengatasi kesulitan-kesulitan yang di alamai anak sebagai akibat ketelantaran yang di alaminya.
6. Menentukan lingkungan dan situasi kehidupan yang mendukung keberfungsian sosial dan mencegah terulangnya keterlantaran melalui kegiatan pengangkatan anak.
7. Meningkatnya ketahanan diri dan kepribadian anak jalanan baik secara rohaniah maupun jasmaniah melalui kegiatan pemberdayaan anak jalanan.
E. SASARAN KEGIATAN
Sasaran kegiatan perlindungan dan pelayanan sosial anak terlantar adalah anak balita, anak terlantar, dan anak jalanan dengan kriteria sebagai berikut :
1. ANAK BALITA
a. Usia 0 s/d 5 tahun
b. Mengalami keterlantaran dalam pengasuhan oleh orang tuanya.
2. ANAK TERLANTAR
a. Usia 5 s/d 18 tahun.
b. Rentan putus sekolah / DO.
c. Anak dari keluarga ekonomi lemah / tidak mampu.
d. Orang tuanya bersedia mengikuti program kegiatan pendampingan UEP.
3. ANAK JALANAN
a. Anak jalanan yang berusia maksimal 18 tahun.
b. Kondisi sosial ekonomi yang lemah.
c. Berjenis kelamin laki – laki dan perempuan
F. PELAYANAN SOSIAL ANAK TERLANTAR
Sistem pelayanan yang dilaksanakan berupa :
1. Pelayanan sosial melalui sub unit rumah perlindungan.
2. Pelayanan sosial melalui kelompok bermain ( KOBET ).
3. Pelayanan sosial melalui balai perlindungan sosial Asuhan anak atau sub unit rumah perlindungan sosial anak.
4. Pelayanan sosial melalui rumah perlindungan anak ( RPA ).
5. Pelayanan sosial pengangkatan anak ( ADOPSI ).
G. UPAYA-UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN SOSIAL ANAK TERLANTAR
1. Meningkatkan pelayanan sosial bagi anak baik melalui panti maupun non panti.
2. Meningkatkan sumber daya manusia dalam pelayanan sosial anak.
3. Sosialisasi berbagai peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial anak.
4. Pembentuk jaringan kerja atau forum komunikasi pelayanan sosial bagi anak.
H. TAHAP PELAYANAN SOSIAL ANAK TERLANTAR
1. Tahap Pendekatan Awal
a. Sosialisasi program
b. Penjaringan atau penjangkauan klien
c. Seleksi calon klien
d. Penerimaan dan registrasi
e. Konferensi kasus
2. Tahap Pengungkapan dan Pemahaman Masalah
a. Masalah atau keterlantaran yang dihadapi anak.
b. Penyebab keterlantaran.
c. Persepsi anak terhadap diri dan masalahnya, nilai-nilai yang dianut kemampuan yang dimiliki, harapan-harapan masa depan serta perasaannya.
d. Kebutuhan pelayanan yang dirasakan anak.
3. Tahap Perencanaan Program Pelayanan
a. Kekhususan dalam pelayanan maupun penugasan kepada penerima pelayanan, lingkungan sosial maupun tenaga-tenaga pelaksana terkait.
b. Sumber daya pelayanan yang akan di dayagunakan termasuk lembaga rujukan yang di gunakan.
c. Metode yang di pilih pada saat kegiatan.
4. Tahap pelaksanaan pelayanan
a. Penentuan pelayanan yakni kegiatan untuk menempatkan klien mengikuti
• Bimbingan fisik dan kesehatan
• Bimbingan mental dan psikososial
• Bimbingan sosial
• Bimbingan keterampilan
• Bimbingan pendidikan
• Bimbingan idividu
• Bimbingan kelompok
b. Kegiatan penempatan
c. Pengasramaan
5. Tahap Pasca Pelayanan
a. Penghentian pelayanan
b. Rujukan
c. Pemulangan dan penyaluran
d. Pembinaan Lanjut
BAB III
PENUTUP
1.1 Kesimpulan
Penyusunan Laporan ini dimaksudkan sebagai pertanggungjawaban siswa yang telah melaksanakan Tugas Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) yang berkaitan dengan program keahliannya masing- masing, selain itu diharapkan agar siswa mampu mengembangkan atau mengemukakan pikiran dan pendapatnya serta mampu menuangkannya dalam bentuk tulisan yang sistematis, logis, dan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Isi laporan ini kami susun secara rinci mengenai kegiatan siswa dalam pelaksanan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) yang telah kami laksanakan di Dinas Sosial Kabupaten Subang yakni di Bidang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial ( PMKS ) yang tugas pokoknya melakukan kegiatan Mengentri data tentang kesejahteraan sosial, jaminan sosial fakir miskin, kegiatan jaminan sosial wanita lanjut usia, anak terlantar, dan korban tindak kekerasan.
Semoga laporan ini dapat memberikan kontribusi khususnya bagi pengembangan siswa dan pengembangan kurikulum sekolah tentang Program Praktek Kerja Industri (PRAKERIN).
1.2 Saran - saran
1.2.1. Saran untuk sekolah
1.2.2. Saran untuk Instansi / DU-DI
jaringan internet
Jaringan Internet
Internet adalah jaringan komputer yang bisa dikategorikan sebagai WAN, menghubungkan berjuta komputer diseluruh dunia, tanpa batas negara, dimana setiap orang yang memiliki komputer dapat bergabung ke dalam jaringan ini hanya dengan melakukan koneksi ke penyedia layanan internet (internet service provider / ISP) seperti Telkom Speedy, atau IndosatNet. Internet dapat diterjemahkan sebagai international networking (jaringan internasional), karena menghubungkan komputer secara internasional, atau sebagai internetworking (jaringan antar jaringan) karena menghubungkan berjuta jaringan diseluruh dunia.
Internet dimulai ketika Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Department of Defense USA) membangun sebuah jaringan komputer di tahun 1969, yang diberi nama ARPANET (Advanced Research Project Agency NETwork) dengan tujuan untuk menghubungkan beberapa komputer yang berada dibeberapa universitas melakukan riset militer, terutama untuk membangun jaringan komunikasi komputer yang mampu bertahan terhadap serangan nuklir. Jaringan ini berkembang terus, semakin banyak komputer yang terlibat, dan riset disisi pengembangan perangkat lunak juga berkembang. Pada bulan Mei tahun 1974, Vinton G.Cerf dari Stanford University dan Robert E.Kahn dari Departemen Pertahanan USA, mempublikasi sebuah paper di IEEE Transaction on Communication berjudul “A Protocol for Packet Network Intercommunication”, konsep ini kemudian populer sebagai protokol TCP/IP, ketika ARPANET meng-adopsi protokol menjadi protokol standard untuk ARPANET pada tahun 1983. Pihak universitas terutama University of California at Berkeley kemudian membangun sistem operasi Berkeley Software Distribution Unix) atau BSD UNIX (dikenal dengan nama Free BSD Unix) dan pihak departemen pertahanan membiayai Bolt Baranek dan Newman (BBN) untuk meng-implementasi protokol TCP/IP pada BSD Unix untuk diterapkan pada ARPANET, dengan demikian cikal-bakal internet terbentuk.
Pada penghujung tahun 1983, jaringan ARPANET dibagi dua menjadi DARPANET (Defence ARPANET) dan MILNET (MILitary NETwork). Pada tahun 1985 dibentuklah jaringan NFSNET (National Science Foundation NETwork) untuk menghubungkan supercomputer yang ada diberbagai universitas di Amerika dan disambungkan dengan ARPANET. Jaringan NSFNET dikembangkan terus oleh periset perguruan tinggi. Pada tahun 1988 jaringan backbone internet ini hanya berkapasitas 56 Kbps. Walaupun pada tahun 1990 secara resmi ARPANET ditutup, namun jaringan internet yang telah terbentuk diteruskan oleh pihak universitas di Amerika dan memasukkan jaringan universitas di benua Amerika (Kanada dan Amerika Selatan) serta jaringan di Eropa menjadi bagian dari internet. Pada tahun 1992 jaringan backbone ditingkatkan ke T3 dengan kecepatan 45 Mbps, dan disekitar tahun 1995 ditingkatkan lagi menjadi OC-3 pada kecepatan 155 Mbps. Kini backbone internet berkecepatan tinggi dalam order Gbps.
Topologi internet pada dasarnya adalah mesh-topology, menghubungkan banyak jenis jaringan melalui sistem packet-switching, kalaupun bisa dikatakan yang menjadi pusat-nya adalah beberapa NAP (Network Access Point) yang ada di San Fransisco (Pacific Bell), di Chicago (Ameritech), New Jersey (Sprint), dan Merit Access Exchange (MAE) di San Fransisco (MAE West) dan Washington, D.C (MAE East) yang ditangani oleh MFS Datanet.
Walaupun tidak ada organisasi yang memiliki internet, namun ada banyak organisasi yang memelihara jaringan ini melalui penetapan standarisasi protokol, aturan-aturan, serta metoda akses. Internet Engineering Task Force (IETF) menangani masalah-masalah teknis yang timbul di internet, seperti masalah pada protokol, arsitektur dan pengoperasian internet. Internet Research Task Force (IRTF) menangani riset teknis, seperti sistem pengalamatan dan rekayasa lainnya. Internet Assigned Numbers Authority (IANA) mengatur pembagian alamat IP (IP#) ke berbagai negara dan organisasi. Internet Society (ISOC) menangani masalah administrasi dan struktur organisasi internet.
Badan usaha komersil kemudian menyediakan layanan akses dengan menyediakan koneksi dari komputer pengguna ke internet, dan badan ini disebut sebagai penyedia akses internet atau ISP. Beberapa ISP terkenal di dunia adalah America On Line (AOL), Australia OnLine, CompuServe, GEnie, dan Prodigy. Di Indonesia ada TelkomNet, IndosatNet, Wasantara Net, InterNux, dan sebagainya. ISP menyediakan koneksi dial-up melalui modem-telepon, koneksi wireless melalui antena WLAN, atau koneksi ADSL melalui telepon. Protokol koneksi yang digunakan adalah SLIP (Serial Line Interface Protocol) atau PPP (Point-to-Point Protocol), dimana koneksi SLIP biasanya lebih lambat dari PPP.
GAMBAR: Koneksi ke Internet
Secara logis jaringan internet dibagi kedalam beberapa domain, yang menurut standar IPv4 (Internet Protocol version 4) di-identifikasi melalui nomer IP 32 bit atau 4 angka biner yang dipisahkan dengan titik (seperti 192.168.10.25). Tipe domain standar antara lain:
Tahapan instaLasi JaringaN
1. Lihat bagian belakang komputer, gunakan obeng dan buka cassing komputer.
2. Carilah slot PCI yang kosong. kita dapat mengetahui sLot PCI yang berwarna putih.
3. pada Ethernet Card modern biasanya tidak perlu mengubah posisi jumper, setting jumper untuk mengatur IRQ dan jga DMA, jika Ethernet Card yang di gunakan mengharuskan kita untuk posisi jumper maka lakukanlah segera anda harus tahu IRQ, dan DMA beberapa yang masih bebas atau belum terpakai perangkat lain.
Alamat IRQ , DMA , dapat kita ketahui menggunakan fasilitas yang di sediakan control panel Windows XP. Klik saja control panel >>> performance and maintenance >>> system >>> Hardware >>> Device manager >>> View >>> resaurces by connection.
4. pada skurp untuk Ethernet Card agar kedudukannya kokoh.
5. Tancapkan kabel pada port UTP yang ada pada Ethernet Card.
6. Nyalakan SWITh, pasang kabel catu daya dan amati lampu indikator menyala kemudian pasangkan ujung kabel UTP satunya lagi ke salah satu port yang tersedia pada swith.
7. Nyalakan komputer dan amti lampu indikator Link pada swith dan Ethernet card berhasil Lakukan instalasi pada komputer yang lain.
Pengertian Sistem Operasi
Sistem operasi adalah pengelolaan seluruh sumber daya pada sistem komputer dan menyedikan layanan kepada pemakai pada sistim komputer, bisa disebut juga sebagai komandan dari semua software yang sudah terinstal.
Tanpa adanya sistem operasi maka komputer kita tidak bisa berjalan dengan baik.dan bila anda membeli komputer baru, pastikan sistem operasi harus sudah di instal.
-Sasaran Sistem Operasi
sistem operasimempunyai 3 sasaran utama yaitu:
*Kenyamanan
Membuat pengguna komputer menjadi lebih nyaman
*Efisien
Penggunaan sumber daya komputer menjadi lebih efisien
*Mampu Berevolusi
Sistem operasi harus dibangun sehingga memungkinkan dan memudahkan pengembangan serta pengajuan sistem yang baru
Pengertian Dan Tugas-Tugas BIOS
Halo sobat sekalian ketemu lagi dengan saya nih... dalam kesempatan kali ini saya akan membahas tentang pengertian dan tugas-tugas BIOS.
Langsung saja ya...BIOS adalah Basic Input Output System yang berfungsi sebagai mengatur dan mengkonfigurasi sistem pada komputer.
Sementara untuk tugas BIOS sebagai berikut...
1. Mendeteksi dan melakukan konfigurasi perangkat media penyimpanan standar yang biasanya dumiliki sebuah PC.
2. Melakukan Power On Self Test (POST) untuk mendeteksi apakah perangkat-perangkat vital sudah terinstal atau terpasang dengan benar pada sistem PC.
3. Mendeteksi dan menentukan letak sistem operasi yang terpasamng pada PC.
4. Melakukan pengaturan waktu secara Real Time (waktu yang sebenarnya), waktu yang diatur pada BIOS ini nantinya jika akan digunakan pada sistem operasi.
5. Melakukan konfigurasi memori utama maupun memori Cache yang terdapat dalam sistem.
6. Mendeteksi dan melakukan pengaturan untuk port-port yang terpasang pada motherboard seperti PS/2, USB, Port Paralel, Port Serial dan lain-lain.
7. Melakukan Seleksi dan pengaturan untuk fitur-fitur khusus yang ada pada motherboard seperti koreksi kesalahan memori, perlindungan antivirus dan sebagainya.
8. Melakukan proteksi untuk keamanan PC.
Procedur POST (Power On Self Test)
POST atau Power On Self Test dilakukan setelah sesaat komputer dihidupkan dan mulai proses booting, oh iya jika sobat belum tau booting, booting adalah suatu proses dimana komputer pertamakali menyala atau dihidupkan.
Oke lanjut saja ya.. proses ini di lakukan oleh BIOS, adapun urutan prosedur POST adalah sebagai berikut:
1. Test Power Supply di tandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin berputar.
2. secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja CPU oleh sinyal Power Good yang dihasilkan oleh power supply saat dihidupkan kemudoan CPU mulai melaksanakan instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
3. Pengecekan terhadap BIOS dan isinya, BIOS harus dapat dibaca. instruksi awal ROM BIOS adalah: jump ke alamat program POST.
4. Pengecekan terhadap CMOS program POST diawali dengan membaca data setup (Seting Hardware Awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk pengecekan.
5. Melakukan pengecekan CPU time, kendali memori akses langsung, memori bus dan memori module.
6. Memori sebesar 16 KB (Kilo Byte) harus tersedia dan dapat dibaca atau di tulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
7. Pengecekan I/O (Input/Output) controller dan BUS, Contoller-controller tersebut harus dapat bekerja untuk mengontrol Proses Read/Write data termasuk I/O untuk VGA Card yang terhubung dengan monitor.
Jika sobat tidak tau gejala-gejala atau peringatan dari kesalahan POST, berikut gejala dan diagnosa kesalahannya:
1. jika CPU dan monitor mati, dan tidak ada beep maka periksalah ketegangan listrik AC 110/220 V pada power supply, jika sudah benar bisa jadi power supplynya sudah rusak dan harus digansti.
2. Jika CPU hidup, monitor mati, dan tidak ada beep maka periksalah kabel monitor yang terhubung ke VGA Card, siapa tau belum trepasang dengan benar, atau monitornya yang sudah rusak.
3. Jika CPU hidup, monitor mati, dan ada beep maka sesuaikan berapa suara beepnya yang terdengar, jika beep terus menerus brarti kerusakan di memori






